30 Hotel di Bali ini Siapkan Sustainable Food Festival

By Robby Prihandaya 27 Sep 2021, 15:17:36 WIB HOTEL
30 Hotel di Bali ini Siapkan Sustainable Food Festival

Sebuah festival makanan dengan konsep berkelanjutan dan ramah lingkungan akan digelar Bali Hotels Association (BHA). Festival yang bertajuk Sustainable Food Festival ini akan berlangsung dari 27 September sampai 16 Oktober di 30 hotel anggota yang berpartisipasi.

Melalui festival ini, anggota BHA yang berpartisipasi memiliki kesempatan untuk memamerkan upaya inovatif yang telah mereka lakukan dalam mengadopsi prinsip keberlanjutan dalam kegiatan usahanya selama ini.

Selain program pengurangan sampah plastik sekali pakai yang sudah berjalan dengan baik, hotel anggota yang berpartisipasi kini ditantang untuk menyiapkan satu menu makan siang yang terdiri dari dua hidangan dengan harga maksimum Rp 200 ribu net per orang, dan satu menu makan malam dengan tiga hidangan dengan harga maksimum Rp 350 ribu net per orang.

Baca Lainnya :

Executive Director BHA, Diah Ajung mengatakan 30 hotel yang berpartisipasi dalam festival ini berada di Canggu, Jimbaran, Ubud, Sanur, dan Nusa Dua. Festival akan dilakukan di masing-masing hotel dan tidak dilaksanakan secara hybrid.

Ketiga puluh hotel tersebut yakni Alila Ubud, Amadea Resort & Villas, AYANA Resort and Spa Bali, Bali SereS Springs Resort & Spa Singakerta, Conrad Bali, COMO Uma Ubud, COMO Uma Canggu, Grand Hyatt Bali, Hard Rock Hotel Bali, Hilton Bali Resort, Holiday Inn Resort Baruna Bali, Hotel Indigo Bali Seminyak Beach, Hotel Nikko Bali Benoa Beach, Hotel Tugu Bali.

Turut serta pula Intercontinental Bali Resort, Jimbaran Puri A Belmond Hotel, Jumana Bali Ungasan Resort, Movenpick Resort & Spa Jimbaran Bali, Nusa Dua Beach Hotel & Spa, SenS Hotel & Spa Ubud, Sheraton Bali Kuta Resort, Six Senses Uluwatu Bali, Sofitel Nusa Dua, The Apurva Kempinski Bali, The Laguna Resort & Spa, The Samaya Seminyak, The St. Regis Bali Resort, The Trans Resort Bali, The Westin Resort Nusa Dua, dan W Bali Seminyak

Menurut Ketua BHA, Jean Helière, untuk dapat ditampilkan, menu-menu tersebut harus memenuhi kriteria keberlanjutan utama. Diantaranya bahan makanan menggunakan 100 persen produk dari Indonesia, menggunakan minimal 75 persen produk yang ditanam secara organik, menghormati prinsip-prinsip perdagangan yang adil, misalnya perusahaan yang dipimpin oleh wanita.

Serta seluruh produk makanan laut memiliki sertifikat keberlanjutan dan produk unggas bersertifikat free range (jelajah bebas, tidak dikandangkan).

“Festival ini juga bertujuan untuk mengurangi keluaran sampah hingga mendekati nol. Dengan mendorong hotel melakukan kegiatan pengurangan sampah seperti pengomposan dan pemisahan sampah untuk memfasilitasi upaya daur ulang. Inisiatif ini dimaksudkan untuk menetapkan tolok ukur untuk masa depan yang dapat diterapkan di seluruh area operasional di luar periode festival,” ujar Jean, Kamis (23/9).

Melalui festival ini, ketiga puluh hotel akan memamerkan sajian dengan mengadopsi prinsip keberlanjutan dalam kegiatan usahanya selama ini. Festival ini juga bertujuan untuk mengurangi keluaran sampah hingga mendekati nol, dengan mendorong hotel melakukan kegiatan pengurangan sampah seperti pengomposan dan pemisahan sampah untuk memfasilitasi upaya daur ulang.

"Inisiatif ini dimaksudkan untuk menetapkan tolak ukur untuk masa depan yang dapat diterapkan di seluruh area operasional di luar periode festival," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (21/9/2021).

Hotel anggota yang berpartisipasi didorong untuk menyajikan pilihan makanan yang diproduksi, diproses, didistribusi dan dibuang secara etis dengan cara-cara yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan mata pencaharian yang berkelanjutan.

Dari sisi lingkungan, hotel didorong untuk mengedepankan perlindungan keanekaragaman hayati baik tumbuhan dan hewan serta kesejahteraan spesies yang dibudidayakan dan yang liar, produk yang ditanam secara organik yang melestarikan sumber daya alam, dan menyediakan manfaat sosial seperti peluang pendidikan dan pengembangan untuk generasi berikutnya.

Sustainable Food Festival akan dimulai pada 27 September 2021, bertepatan dengan Hari Pariwisata Sedunia. Penyelenggaraan festival sesuai dengan tema tahun ini yaitu “Pariwisata untuk Pertumbuhan Inklusif (Tourism for Inclusive Growth)”.

Festival akan berakhir pada 16 Oktober 2021 bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia, yang menandai upaya bersama dalam mengurangi kelaparan dan memastikan ketersediaan makanan yang sehat untuk semua orang.

Hotel yang berpartisipasi akan membuat pernyataan penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa meskipun makanan merupakan salah satu sumber kesenangan dan hiburan, namun dengan mengubah fokus ke arah mindful eating, di mana masyarakat memiliki kesadaran penuh terhadap makanan yang dikonsumsi, masyarakat dapat mengurangi jumlah makanan yang terbuang dan memberikan dampak positif bagi mereka yang kelaparan.

“Festival ini terbuka untuk semua orang. Pengunjung tidak perlu menjadi tamu hotel untuk menikmati festival di hotel yang berpartisipasi. Kami mendorong semua pengunjung festival untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi dan mengikuti semua protokol kesehatan dan keselamatan yang berlaku,” pesannya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment