Jawa Barat Menyerah Pada Pandemi, Aset Hotel pun Dijual

By Robby Prihandaya 29 Jul 2021, 16:12:11 WIB HOTEL
Jawa Barat Menyerah Pada Pandemi, Aset Hotel pun Dijual

Keterangan Gambar : Objek wisata Cikole, Jawa Barat


Bendera putih sudah dikibarkan oleh para pengusaha hotel di Jawa Barat. Mereka yang tercekik lakukan upaya terakhir dengan menjual aset.

Pemilik objek wisata Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang Eko Suprianto menjual koleksi burung yang ada di objek wisatanya. Hal tersebut dilakukannya akibat dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Herman Muchtar menilai hal itu wajar bagi pengusaha yang masih memiliki aset.

Baca Lainnya :

Menurutnya, itu terjadi karena kondisi pengusaha hotel, restoran hingga wisata di Jabar terseok-seok akibat pandemi COVID-19 ini.

Herman berujar yang menjadi masalah itu pengusaha yang sudah tidak memiliki aset “Bagi yang enggak punya aset gimana coba? Apa yang harus dijual, akhirnya burung-burungnya yang dijual," ujarnya.

“Kondisi ini sudah banyak terjadi, yang jadi masalah yang enggak puny aset. Macam restoran banyak yang nyewa tempat, mana mungkin sewa bisa gratis,” lanjutnya.

Tak hanya itu, seperti PHRI Garut yang memasang bendera putih dengan emoticon menangis, menandakan jika para pengusaha hotel dan pariwisata di Garut sudah tidak berdaya.

“Pemerintah harus memperhatikan, apalagi kita dalam kondisi darurat level 4. Pemerintah harus menerima, untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi pengusaha,” katanya.

Herman juga menyebutkan jika kondisi sektor hotel dan restoran sudah parah.

“Memang sudah parah, sudah setahu setengah kondisi seperti ini, pengusaha ada daya tahanya, kalau daya tahannya habis mau ngapain lagi," jelasnya.

Pihaknya berharap perhatian dari pemerintah untuk para pengusaha.

Ia mengatakan Pemerintah harus memahami kondisi pengusaha dalam menghadapi COVID-19. Dalam kondisi saat ini apa yang harus kita lakukan, pertama ialah komunikasi Kota yang baik agar kita bisa dalam kondisi mereka sehingga kita keluarkan kebijakan yang pas untuk dapat penyelamatan, penormalan kondisi perekonomian khususnya dibidang hotel dan restoran.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment