Sebanyak 10.131 Hotel dan Restoran Sudah Implementasikan Scan Kode QR PeduliLindungi

By Robby Prihandaya 05 Okt 2021, 11:33:57 WIB HOTEL
Sebanyak 10.131 Hotel dan Restoran Sudah Implementasikan Scan Kode QR PeduliLindungi

Keterangan Gambar : Ilustrasi


Pengunaan aplikasi PeduliLindungi terus meningkat. Saat ini sudah ada 10.131 hotel dan restoran yang berada di bawah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia  (PHRI) yang sudah mengimplementasikan fitur Pemindaian Kode QR (Scan QR Code) PeduliLindungi.

Pemerintah mewajibkan setiap kegiatan di tempat umum seperti mal, restoran, dan hotek menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Langkah ini merupakan salah satu alat untuk skrining Covid-19 di masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca Lainnya :

"Untuk catatan kami, sudah melakukan implementasi QR code untuk 10.131 unit usaha baik hotel maupun resto," ungkap Ketua PHRI Haryadi Sukamdani, kepada Merdeka,  Senin (4/10/2021).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan aplikasi PeduliLindungi akan dapat diakses melalui aplikasi lain mulai Oktober 2021.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu memiliki aplikasi PeduliLindungi di ponsel saat melakukan kegiatan yang sebelumnya menyaratkan adanya aplikasi tersebut.

Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) Setiaji mengatakan, mulai bulan depan, aplikasi PeduliLindungi bisa diakses dengan dengan aplikasi lain yang sudah tersedia di ponsel seperti Gojek, Grab atau Tokopedia. Selain itu juga Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, LinkAja, bahkan aplikasi dari Pemerintah Jakarta, yaitu Jaki.

“Ini akan launching di Bulan Oktober. Ada proses di mana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang. Jadi aplikasi yang paling banyak digunakan itu kan, seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya. Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi,” kata Setiaji dikutip dari Antara, Selasa (28/9/2021).

Setiaji mengatakan bahwa perubahan akses layanan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mengunduh aplikasi PeduliLindungi karena memori ponsel yang penuh.

Disebutkan bahwa saat ini penggunaan aplikasi PeduliLindungi sudah diberlakukan di bandara dan stasiun kereta api. Pemberlakuan tersebut dapat mempermudah masyarakat untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan telah divaksinasi dan memiliki hasil tes kesehatan COVID-19.

“Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kami integrasikan. Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen),” ucap dia.

Dengan demikian, bagi orang yang tidak punya ponsel pintar dan akan melakukan perjalanan udara maupun dengan kereta api tetap bisa teridentifikasi status hasil tes swab PCR maupun antigen dan sertifikat vaksinnya. Status tersebut bisa diketahui melalui nomor NIK saat membeli.

Selain itu, PHRI juga terus melakukan adaptasi kebiasaan baru untuk memaksimalkan penerapan protokol kesehatan melalui adaptasi penggunaan teknologi guna mencegah penularan Covid-19. Antara lain melalui Pemindaian Kode QR PeduliLindungi.

"Dari awal kami sudah sangat concern mengenai persiapan pariwisata bisa jalan dengan aman. Kita di awal pada tanggal 2 Maret kasus pertama muncul, tanggal 5 Maret kita terbitkan panduan. Ini supaya sektor usaha hotel dan restoran sudah ada panduan protokol kesehatan paling awal," ungkapnya

Oleh karena itu, Hariyadi menegaskan PHRI terus berupaya meningkatkan kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan terkait pedoman protokol kesehatan di lingkungan hotel dan restoran untuk menciptakan iklim pariwisata yang aman dari paparan Covid-19.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment